SELAMAT DATANG DI BLOG SERBA-SERBI>MASJID NURUL IMAN DAN LPQ NURUL IMAN SIMPANG KIAMBANG LIMA KAUM BATUSANGKAR-LEMBAGA PENDIDIKAN ALQURAN MESJID NURUL IMAN SIMPANG MERUPAKAN SATU-SATUNYA LEMBAGA PENDIDIKAN ALQURAN YANG TERLETAK DI SIMPANG KIAMBANG KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR-PROGRAMNYA (BELAJAR MEMBACA, TAHFIZ, ULUMUL QURAN,SENI BACA ALQURAN)DAN DIDIKAN SUBUH TERAKTIF SETIAP MINGGU-Kita berharap kepada masyarakat di Nagari masing-masing, marilah kita kembali meramaikan Masjid melalui kegiatan didikan subuh ini, terus belajar, belajar dan belajar agama guna keselamatan diri, keluarga, dan anak cucu kita generasi yang akan datang

Sabtu, 31 Mei 2014

Mading Masjid Nurul Iman dan LPQ Nurul iman Simp. Kiambang

Majalah dinding Karya Zainal Masri

Kamis, 29 Mei 2014


30 Mei 2014

 Santriwan/I LPQ sedang membaca di mading, melihat dan memahami serba serbi didikan subuh

Suasana praktek sholat jenazah oleh murid2ku LPQ Nurul Iman Simp. Kiambang (DDS-25 Mei 2014)





Sahabat-sahabatku...,,
Alangkah indahnya bila remaja, mahasiswa atau generasi muda ramai memakmurkan masjid, dengan penuh semangat mudanya, membangun aqidah yang kuat, penuh energi untuk memakmurkan masjid dengan Kegiatan yang bermanfaat untuk dunia yang menjadi jembatan menuju kebahagiaan di akhirat.
Kalau apabila Masjid-Masjid ramai dipenuhi orang-orang tua, adalah sesuatu yang biasa. Penyebabnya antara lain Para Orang tua tersebut:
1.      Rata rata sudah pensiunan
2.      Memiliki Banyak waktu luang di rumah
3.      Senang bisa bertemu teman se-usianya bila sholat di Masjid.
Dampak positifnya ialah para orang-tua menjadi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka mereka bisa memberi contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak cucunya yang muda-muda. Saya ingin berbagi kepada rekan-rekan saya generasi muda yang tidak berbakat ceramah di depan orang banyak, jangan khawatir, Karena ada jalan dakwah tanpa ceramah yang bisa kita pilih di seputar kegiatan Masjid:
a.       Generasi Muda Yang Rajin Pergi Sholat Berjamaah
Contoh: Ada seorang anak muda, bahkan tanpa perlu ceramah atau mengajak siapapun. Setiap langkahnya menuju masjid, maka langkah kakinya akan dicatat malaikat.
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan mencatat apa saja yang telah mereka perbuat, dan (mencatat) langkah-langkah kaki mereka." [QS.Yaasin:12]

Setiap ada orang yang melihatnya pergi ke masjid, Kemudian orang itu menjadi tergerak hatinya untuk ikut pergi ke masjid walaupun tanpa diajak anak muda tsb, maka anak muda itu sudah mendapat pahala dakwah tambahan tanpa ceramah ke pada orang orang. Sehingga untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama, maka masjid menjadi makin makmur, penuh cahaya dan berkah.
Berkat Banyaknya anak muda yang menghadiri masjid, bila banyak anak muda yang masih segar, ganteng dan cantik, maka lama kelamaan citra masjid yang tadinya cuma dipenuhi bapak-bapak tua dan bahkan kakek-kakek, citranya akan hilang secara bertahap. Dan berganti dengan citra, masjid yang makmur dipenuhi oleh anak-anak muda dan juga orang-orang tua kita.

Dakwah tanpa ceramah berikutnya yang bisa kita pilih ialah:
b.      Menghadiri Majelis Taklim
Majelis taklim ialah tempat berkumpulnya orang orang yang sedang menuntut ilmu, bukan hanya pengajian Ibu-ibu saja yang disebut majelis taklim
Bila majelis ilmu, yang dihadiri oleh banyak anak muda, maka insya Allah SWT 10-20 tahun ke depan, masa depan akan lebih baik. Karena bila makin banyak anak muda yang bertaqwa, makin mantap Iman / Aqidahnya, jauh dari perdukunan/ syirik, maka anak muda tersebut akan membawa berkah, sehingga Allah SWT akan menurunkan rahmat Nya dari langit dan bumi. Dan akan mencegah terjadinya bencana.
Bila makin banyak anak muda yang rajin menuntut ilmu di majelis taklim, maka secara tidak langsung akan mendorong para orang-tua yang belum mau hadir, menjadi ikut hadir. Bila ada orangtua yang hadir karena terpengaruh melihat anak muda yang rajin maka anak muda tersebut sudah berdakwah tanpa perlu menceramahi orang tua. Dan mendapat tambahan pahala dakwah. Insya Allah SWT.
c.       Membersihkan Masjid
Tanpa perlu ceramah, dengan membersihkan masjid maka akan kita bisa mendapat lebih banyak pahala. Apabila ada jamaah lain yang menjadi betah dan rajin ke masjid, & makin banyak orang yang ke masjid karena perasaan nyaman dan bersih maka makin banyak pahala yang diterima orang yang membersihkan masjid.

Bayangkan jika di saat sholat jumat, ada ratusan orang yang merasakan kebersihan Masjid maka para pembersih masjid akan mendapat ratusan pahala tambahan tanpa perlu ceramah.
Dengan Ikut membersihkan masjid, berarti kita ikut meringankan dan membantu merbot membersihkan masjid secara lebih baik dan maksimal. Tempat wudhu dan toilet biasanya sebagai tempat yang wajib untuk sering dibersihkan, karena masih ada beberapa masjid yang kurang bersih di bagian tersebut. Mari kita bandingkan dengan tempat tempat umum yang komersil seperti perkantoran. Mereka memiliki petugas cleaning servis yang khusus membersihkan dan mengepel toilet setiap jam, lalu memberi wangi wangian.
Betapa besarnya pahala dan keharuman di akhirat yang akan kita dapatkan bila kita turut mengharumkan rumah Allah. kita tak mau kalah dengan gedung perkantoran manusia.
Bila tempat wudhu dan toilet sudah wangi karena sudah dibersihkan sang merbot, mungkin kita bisa meminta izin turut membantu membersihkan kaca masjid. Atau melap mimbar yang sudah berdebu dengan kemocheng (bulu ayam) atau kain lap Basah.
d.      Menjadi Guru TPA
TPA yang terbaik ialah bila dijalankan oleh anak-anak muda yang berpendidikan tinggi. Misalnya guru TPA yang berijazah sarjana atau Sarjana Muda, sehingga bisa berpeluang lebih kreatif, menyenangkan dan yang mampu mengajarkan membaca Al Quran metode Iqro, juga mampu mengajarkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Lebih baik lagi bila guru TPA adalah juga sarjana S2 dan S3.

Dengan menjadi guru TPA, maka secara tidak langsung berarti sudah berlatih berceramah, dengan mengajar di depan anak-anak Taman Pendidikan ALQuran (TPA).

Pahala menjadi guru TPA sangat besar dan akan terus mengalir menjadi pahala amal jariah. Bila kita Ikhlash mengajar karena Allah SWT. Kemudian ada sekian persen murid TPA yang berhasil mengajarkan ilmunya yang bermanfaat tersebut kepada anak & cucunya maka pahalanya terus mengalir menjadi modal investasi menuju surga. Tanpa harus ceramah di depan mimbar.
TPA yang terbaik bila dijalankan oleh anak muda yang berpendidikan tinggi. Misalnya Guru TPA yang berijazah sarjana atau Sarjana Muda Universitas Ternama yang mampu mengajarkan membaca AlQuran metode Iqro, juga mampu mengajarkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Lebih baik lagi bila Guru TPA adalah juga sarjana S2 dan S3.
e.       Menerbitkan Majalah Dinding Masjid
Anak muda biasanya lebih kreatif, lebih banyak menghasilkan ide baru dan segar, Dengan membuat majalah dinding yang secara teratur, rapi dan indah akan meningkatkan minat Iqro / Baca anggota jamaah Masjid.
Jamaah tetap dan jamaah Musafir yang sedang singgah di masjid akan bertambah Ilmunya, informasi makin tersebar luas. Dakwah menjadi makin luas , makin gencar, dan jamaah jadi semakin berwawasan dan tidak kuper.
Isi mading bisa disesuaikan dengan berita dan peristiwa kegiatan masjid dengan membuat kolom-kolom atau rubrik-rubrik khusus.
Misalnya Rubrik:
1.      Rubrik Salam dari Redaksi: Berisi salam dari penanggung jawab Mading yang disetujui ketua DKM. Salam mengenai isi dan rangkuman tema mading minggu atau bulan ini.
2.      Rubrik Kegiatan Remaja Masjid: Berisi tulisan berisi laporan kegiatan remaja masjid, lebih menarik disertai foto dan ilustrasi yang unik. Bisa juga dengan menempelkan kegiatan masjid tetangga dan masjid lain dari internet atau majalah, untuk memotivasi remaja di masjid tersebut
3.      Rubrik Kegiatan Taklim Bapak/Ibu: Bisa diisi dengan jadwal taklim bapak/ibu, rangkuman ceramah untuk bapak dan ibu.
4.      Rubrik Berita Indonesia Islami : Bisa diambil dari majalah atau internet dan lebih baik lagi dirangkum sendiri oleh team redaksi.
5.      Rubrik Dunia Islam : Bisa diambil dari majalah atau internet dan lebih baik lagi dirangkum sendiri oleh team redaksi.
6.      Rubrik Cerita Islami : Hendaknya para remaja yang senang bercerita kisahnyata tentang remaja bisa lebih menarik pembaca.
7.      Rubrik Ta’aruf Pranikah : Rubrik yang paling menarik bagi para remaja, karena mereka punya rasa ingin tahu yang tinggi tentang pra nikah dan pernikahan: seperti:
a)      Bagaimana Cara Berta’aruf yang benar-benar islami
b)      Cara melamar
c)      Cara menyiapkan dana pernikahan
d)     Cara menghindari taaruf yang bergaya pacaran, dll
e)      Sebaiknya ditulis sendiri oleh para remaja dengan rujukan AlQuran dan Sunnah dan buku-buku Islam, bila tidak sempat bisa mengambil dari majalah atau internet.
f)       Rubrik Keluarga Sakinah : Rubrik ini bisa diambil dari majalah Islam, karena para remaja biasanya belum menikah.
g)      Rubrik Kesehatan : Rubruk ini sebaiknya diisi dengan mengambil artikel dari majalah kesehatan yang ternama. Seperti:
h)      Pengobatan cara nabi
i)        Tips sehat dan mencegah penyakit cara nabi
8.      Rubrik Wirausaha / Bisnis Islami : Remaja Perlu Mengasah syaraf bisnisnya agar siap dalam mencari nafkah secara mandiri,
9.      Rubrik Mutiara AlQuran dan Hadits: Bisa mengambil dari Artikel majalah pesantren hidayatullah atau majalah islam lainnya.
10.  Rubrik Seni/ Kaligrafi : Untuk remaja yang punya cita rasa seni yang tinggi bisa menampilkan karyanya seperti kaligrafi, pantun nasehat dan puisi.
11.  Rubrik Anak Sholeh/sholeha : Target pembacanya ialah anak anak TPA, bisa dengan menampilkan foto kegiatan anak TPA dan bisa mengambil dari majalah anak shaleh atau rubrik anak di majalah Ummi
12.  Rubrik Tips dan Kiat-kiat Praktis : Tips tips terkini yang sedang trendy dan islami untuk membuat pembaca merasakan manfaat besar Mading yang dibuat anak muda remaja Masjid. Contoh:
1)      Tips Menghilangkan Rasa Cemas dan Takut
2)      Kiat Sukses Menjadi Bahagia dan Kaya
3)      Dll
13.  Rubrik-rubrik di atas diutamakan dan lebih baik ditulis sendiri sehingga lebih segar bernilai lokal atau kalau belum mampu bisa diambil dari majalah, Internet seluruh dunia, dan bahkan suatu saat akan lebih banyak ditulis sendiri oleh generasi muda bila Madingnya makin berkembang. Bila ada 100 orang yang membaca Mading tersebut setiap jumat. Berarti anak muda yg memasang Mading tersebut sudah berdakwah tanpa ceramah pada 400 orang setiap bulannya.
f.       Menjadi Panitia Peringatan Hari Besar Islam
Dakwah tanpa harus berceramah yang cocok juga untuk anak muda ialah turut ambil bagian dalam penyelenggaraan/panitia peringatan Hari besar Islam. Dengan menjadi panitia, menjadi lebih ingat makna hari-hari besar Islam dan akan mendapat pahala sebanyak jamaah yang hadir, panitia mendapat pahala dakwah tanpa harus pandai berceramah. Biarlah Ustadz yang sudah mantap ilmu dan amalnya yang berceramah.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar