Majalah dinding Karya Zainal Masri

Kamis, 29 Mei 2014
30 Mei 2014
Santriwan/I LPQ sedang membaca di mading, melihat dan memahami serba serbi didikan subuh

Sahabat-sahabatku...,,
Alangkah indahnya bila remaja,
mahasiswa atau generasi muda ramai memakmurkan masjid, dengan penuh semangat
mudanya, membangun aqidah yang kuat, penuh energi untuk memakmurkan masjid
dengan Kegiatan yang bermanfaat untuk dunia yang menjadi jembatan menuju
kebahagiaan di akhirat.
Kalau apabila
Masjid-Masjid ramai dipenuhi orang-orang tua, adalah sesuatu yang biasa.
Penyebabnya antara lain Para Orang tua tersebut:
1. Rata rata sudah pensiunan
2.
Memiliki
Banyak waktu luang di rumah
3. Senang bisa bertemu teman se-usianya bila sholat di
Masjid.
Dampak positifnya ialah para
orang-tua menjadi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka mereka bisa
memberi contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak cucunya yang muda-muda. Saya
ingin berbagi kepada rekan-rekan saya generasi muda yang tidak berbakat ceramah
di depan orang banyak, jangan khawatir, Karena ada jalan dakwah tanpa ceramah
yang bisa kita pilih di seputar kegiatan Masjid:
a. Generasi Muda Yang Rajin Pergi Sholat Berjamaah
Contoh: Ada seorang anak muda, bahkan tanpa perlu
ceramah atau mengajak siapapun. Setiap langkahnya menuju masjid, maka langkah
kakinya akan dicatat malaikat.
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan mencatat apa saja yang telah mereka perbuat, dan (mencatat) langkah-langkah kaki mereka." [QS.Yaasin:12]
Setiap ada orang yang melihatnya pergi ke masjid, Kemudian orang itu menjadi tergerak hatinya untuk ikut pergi ke masjid walaupun tanpa diajak anak muda tsb, maka anak muda itu sudah mendapat pahala dakwah tambahan tanpa ceramah ke pada orang orang. Sehingga untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama, maka masjid menjadi makin makmur, penuh cahaya dan berkah.
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan mencatat apa saja yang telah mereka perbuat, dan (mencatat) langkah-langkah kaki mereka." [QS.Yaasin:12]
Setiap ada orang yang melihatnya pergi ke masjid, Kemudian orang itu menjadi tergerak hatinya untuk ikut pergi ke masjid walaupun tanpa diajak anak muda tsb, maka anak muda itu sudah mendapat pahala dakwah tambahan tanpa ceramah ke pada orang orang. Sehingga untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama, maka masjid menjadi makin makmur, penuh cahaya dan berkah.
Berkat Banyaknya anak muda yang menghadiri masjid,
bila banyak anak muda yang masih segar, ganteng dan cantik, maka lama kelamaan
citra masjid yang tadinya cuma dipenuhi bapak-bapak tua dan bahkan kakek-kakek,
citranya akan hilang secara bertahap. Dan berganti dengan citra, masjid yang
makmur dipenuhi oleh anak-anak muda dan juga orang-orang tua kita.
Dakwah tanpa ceramah berikutnya yang bisa kita pilih
ialah:
b. Menghadiri Majelis Taklim
Majelis taklim ialah tempat berkumpulnya orang orang
yang sedang menuntut ilmu, bukan hanya pengajian Ibu-ibu saja yang disebut majelis
taklim
Bila majelis ilmu, yang dihadiri oleh banyak anak muda, maka insya Allah SWT 10-20 tahun ke depan, masa depan akan lebih baik. Karena bila makin banyak anak muda yang bertaqwa, makin mantap Iman / Aqidahnya, jauh dari perdukunan/ syirik, maka anak muda tersebut akan membawa berkah, sehingga Allah SWT akan menurunkan rahmat Nya dari langit dan bumi. Dan akan mencegah terjadinya bencana.
Bila majelis ilmu, yang dihadiri oleh banyak anak muda, maka insya Allah SWT 10-20 tahun ke depan, masa depan akan lebih baik. Karena bila makin banyak anak muda yang bertaqwa, makin mantap Iman / Aqidahnya, jauh dari perdukunan/ syirik, maka anak muda tersebut akan membawa berkah, sehingga Allah SWT akan menurunkan rahmat Nya dari langit dan bumi. Dan akan mencegah terjadinya bencana.
Bila makin banyak anak muda yang rajin menuntut ilmu
di majelis taklim, maka secara tidak langsung akan mendorong para orang-tua
yang belum mau hadir, menjadi ikut hadir. Bila ada orangtua yang hadir karena
terpengaruh melihat anak muda yang rajin maka anak muda tersebut sudah
berdakwah tanpa perlu menceramahi orang tua. Dan mendapat tambahan pahala
dakwah. Insya Allah SWT.
c. Membersihkan Masjid
Tanpa perlu ceramah, dengan membersihkan masjid maka
akan kita bisa mendapat lebih banyak pahala. Apabila ada jamaah lain yang
menjadi betah dan rajin ke masjid, & makin banyak orang yang ke masjid
karena perasaan nyaman dan bersih maka makin banyak pahala yang diterima orang
yang membersihkan masjid.
Bayangkan jika di saat sholat jumat, ada ratusan orang yang merasakan kebersihan Masjid maka para pembersih masjid akan mendapat ratusan pahala tambahan tanpa perlu ceramah.
Bayangkan jika di saat sholat jumat, ada ratusan orang yang merasakan kebersihan Masjid maka para pembersih masjid akan mendapat ratusan pahala tambahan tanpa perlu ceramah.
Dengan Ikut membersihkan masjid, berarti kita ikut
meringankan dan membantu merbot membersihkan masjid secara lebih baik dan
maksimal. Tempat wudhu dan toilet biasanya sebagai tempat yang wajib untuk
sering dibersihkan, karena masih ada beberapa masjid yang kurang bersih di
bagian tersebut. Mari kita bandingkan dengan tempat tempat umum yang komersil
seperti perkantoran. Mereka memiliki petugas cleaning servis yang khusus
membersihkan dan mengepel toilet setiap jam, lalu memberi wangi wangian.
Betapa besarnya pahala dan keharuman di akhirat yang
akan kita dapatkan bila kita turut mengharumkan rumah Allah. kita tak mau kalah
dengan gedung perkantoran manusia.
Bila tempat wudhu dan toilet sudah wangi karena sudah
dibersihkan sang merbot, mungkin kita bisa meminta izin turut membantu
membersihkan kaca masjid. Atau melap mimbar yang sudah berdebu dengan kemocheng
(bulu ayam) atau kain lap Basah.
d. Menjadi Guru TPA
TPA yang terbaik ialah bila dijalankan oleh anak-anak
muda yang berpendidikan tinggi. Misalnya guru TPA yang berijazah sarjana atau
Sarjana Muda, sehingga bisa berpeluang lebih kreatif, menyenangkan dan yang
mampu mengajarkan membaca Al Quran metode Iqro, juga mampu mengajarkan Bahasa
Inggris dan Bahasa Arab. Lebih baik lagi bila guru TPA adalah juga sarjana S2
dan S3.
Dengan menjadi guru TPA, maka secara tidak langsung berarti sudah berlatih berceramah, dengan mengajar di depan anak-anak Taman Pendidikan ALQuran (TPA).
Pahala menjadi guru TPA sangat besar dan akan terus mengalir menjadi pahala amal jariah. Bila kita Ikhlash mengajar karena Allah SWT. Kemudian ada sekian persen murid TPA yang berhasil mengajarkan ilmunya yang bermanfaat tersebut kepada anak & cucunya maka pahalanya terus mengalir menjadi modal investasi menuju surga. Tanpa harus ceramah di depan mimbar.
Dengan menjadi guru TPA, maka secara tidak langsung berarti sudah berlatih berceramah, dengan mengajar di depan anak-anak Taman Pendidikan ALQuran (TPA).
Pahala menjadi guru TPA sangat besar dan akan terus mengalir menjadi pahala amal jariah. Bila kita Ikhlash mengajar karena Allah SWT. Kemudian ada sekian persen murid TPA yang berhasil mengajarkan ilmunya yang bermanfaat tersebut kepada anak & cucunya maka pahalanya terus mengalir menjadi modal investasi menuju surga. Tanpa harus ceramah di depan mimbar.
TPA yang terbaik bila dijalankan oleh anak muda yang
berpendidikan tinggi. Misalnya Guru TPA yang berijazah sarjana atau Sarjana
Muda Universitas Ternama yang mampu mengajarkan membaca AlQuran metode Iqro,
juga mampu mengajarkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Lebih baik lagi bila
Guru TPA adalah juga sarjana S2 dan S3.
e. Menerbitkan Majalah Dinding Masjid
Anak muda biasanya lebih kreatif, lebih banyak
menghasilkan ide baru dan segar, Dengan membuat majalah dinding yang secara
teratur, rapi dan indah akan meningkatkan minat Iqro / Baca anggota jamaah
Masjid.
Jamaah tetap dan jamaah Musafir yang sedang singgah di
masjid akan bertambah Ilmunya, informasi makin tersebar luas. Dakwah menjadi
makin luas , makin gencar, dan jamaah jadi semakin berwawasan dan tidak kuper.
Isi mading bisa disesuaikan dengan berita dan
peristiwa kegiatan masjid dengan membuat kolom-kolom atau rubrik-rubrik khusus.
Misalnya Rubrik:
1.
Rubrik Salam
dari Redaksi: Berisi salam dari penanggung jawab Mading yang disetujui ketua
DKM. Salam mengenai isi dan rangkuman tema mading minggu atau bulan ini.
2.
Rubrik
Kegiatan Remaja Masjid: Berisi tulisan berisi laporan kegiatan remaja masjid,
lebih menarik disertai foto dan ilustrasi yang unik. Bisa juga dengan
menempelkan kegiatan masjid tetangga dan masjid lain dari internet atau
majalah, untuk memotivasi remaja di masjid tersebut
3.
Rubrik
Kegiatan Taklim Bapak/Ibu: Bisa diisi dengan jadwal taklim bapak/ibu, rangkuman
ceramah untuk bapak dan ibu.
4.
Rubrik
Berita Indonesia Islami : Bisa diambil dari majalah atau internet dan lebih
baik lagi dirangkum sendiri oleh team redaksi.
5.
Rubrik Dunia
Islam : Bisa diambil dari majalah atau internet dan lebih baik lagi dirangkum
sendiri oleh team redaksi.
6.
Rubrik
Cerita Islami : Hendaknya para remaja yang senang bercerita kisahnyata tentang
remaja bisa lebih menarik pembaca.
7.
Rubrik
Ta’aruf Pranikah : Rubrik yang paling menarik bagi para remaja, karena mereka
punya rasa ingin tahu yang tinggi tentang pra nikah dan pernikahan: seperti:
a)
Bagaimana
Cara Berta’aruf yang benar-benar islami
b)
Cara melamar
c)
Cara
menyiapkan dana pernikahan
d)
Cara
menghindari taaruf yang bergaya pacaran, dll
e)
Sebaiknya
ditulis sendiri oleh para remaja dengan rujukan AlQuran dan Sunnah dan
buku-buku Islam, bila tidak sempat bisa mengambil dari majalah atau internet.
f)
Rubrik
Keluarga Sakinah : Rubrik ini bisa diambil dari majalah Islam, karena para
remaja biasanya belum menikah.
g)
Rubrik
Kesehatan : Rubruk ini sebaiknya diisi dengan mengambil artikel dari majalah
kesehatan yang ternama. Seperti:
h)
Pengobatan
cara nabi
i)
Tips sehat
dan mencegah penyakit cara nabi
8.
Rubrik
Wirausaha / Bisnis Islami : Remaja Perlu Mengasah syaraf bisnisnya agar siap
dalam mencari nafkah secara mandiri,
9.
Rubrik
Mutiara AlQuran dan Hadits: Bisa mengambil dari Artikel majalah pesantren
hidayatullah atau majalah islam lainnya.
10. Rubrik Seni/ Kaligrafi : Untuk remaja yang punya cita
rasa seni yang tinggi bisa menampilkan karyanya seperti kaligrafi, pantun
nasehat dan puisi.
11. Rubrik Anak Sholeh/sholeha : Target pembacanya ialah
anak anak TPA, bisa dengan menampilkan foto kegiatan anak TPA dan bisa
mengambil dari majalah anak shaleh atau rubrik anak di majalah Ummi
12. Rubrik Tips dan Kiat-kiat Praktis : Tips tips terkini
yang sedang trendy dan islami untuk membuat pembaca merasakan manfaat besar
Mading yang dibuat anak muda remaja Masjid. Contoh:
1)
Tips
Menghilangkan Rasa Cemas dan Takut
2)
Kiat Sukses
Menjadi Bahagia dan Kaya
3)
Dll
13. Rubrik-rubrik di atas diutamakan dan lebih baik
ditulis sendiri sehingga lebih segar bernilai lokal atau kalau belum mampu bisa
diambil dari majalah, Internet seluruh dunia, dan bahkan suatu saat akan lebih
banyak ditulis sendiri oleh generasi muda bila Madingnya makin berkembang. Bila
ada 100 orang yang membaca Mading tersebut setiap jumat. Berarti anak muda yg
memasang Mading tersebut sudah berdakwah tanpa ceramah pada 400 orang setiap
bulannya.
f. Menjadi Panitia Peringatan Hari Besar Islam
Dakwah tanpa harus berceramah yang cocok juga untuk
anak muda ialah turut ambil bagian dalam penyelenggaraan/panitia peringatan
Hari besar Islam. Dengan menjadi panitia, menjadi lebih ingat makna hari-hari
besar Islam dan akan mendapat pahala sebanyak jamaah yang hadir, panitia
mendapat pahala dakwah tanpa harus pandai berceramah. Biarlah Ustadz yang sudah
mantap ilmu dan amalnya yang berceramah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar